Chapter 17 ** ** Bismillah. Aku berjalan menuju ruang dokter dan untuk memastikan aku baik-baik saja beliau mengambil sample darah untuk diuji lab. Aku menunggu, mungkin sekitar 30 menit. Huh, sebelum cerita hari ini aku tutup. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu dari hatiku. Jika kita mencintai seseorang, sudah seharusnya kita siap untuk kehilangan. Itulah faktanya cinta bukan dusta. Jiwa kita tidak pernah berbohong perihal rasa terlebih mata. Karena itu, jika kita tak ingin mengatakan aku mencinta tunduklah pandangan dan segera bertasbih pada Allah. Dan satu hal lagi yang perlu kita ketahui, segala sesuatu adalah milik Allah. Suka, duka, bahkan raga. Jadi sudah sepantasnya kita tak berlagak sebagai penguasa. "Aira Syadza A." Namaku dipanggil alhamdulillah, hari ini aku l

