Chapter 21 ** ** Syadza kembali menjawab dengan anggukan. "Oiya, jangan khawatir. Tempat ini indah. Disini jauh lebih indah dari tempat kita, saya yakin kamu akan nyaman dan dia tumbuh dengan baik. Saya berjanji akan menjaga kamu selama kamu disini," Syadza yang mendengar kata perkata dari pria dihadapannya justru mematung. Perkataan Abraham seolah memberikan tanda jika lelaki ini tahu kehamilannya. Abraham yang melihat Syadza mematung lantas berbalik hendak meninggalkan. "Tunggu bang!" Langkah lelaki itu terhenti, ia membalikan tubuhnya dan tersenyum. "Terimakasih," kata Syadza lirih dan Abraham hanya menjawab serupa yaitu dengan anggukan dan kali ini senyum yang sangat lebar. Bersambung.... ** Tuan... Aku sudah jauh melangkah tanpa meninggalkan jejak bahkan aroma tubuhku

