"Masih mau sepeda listrik?" Agnia terjengkit saat sebelah kakinya baru saja menapaki anak tangga dan ia langsung dihadang pertanyaan lugas dari Anggara. Rupanya sebelum ia sampai dirumah, Hasya sudah mengabulkan rengekannya kemarin. Benar-benar anak yang baik. Agnia mendesah, la yang mula hendak langsung kekamar memilih berbalik turun untuk menghadapi sang suami. "Om lihat sendiri kan, Nia selalu pulang telat belakangan? Dan itu faktornya karena Nia gak punya transport pribadi!" tegas Agnia minta dipahami. Sedang Anggara langsung terkekeh mendengarnya. "Purnomo, kamu anggap apa dia selama ini? Bukannya saya sudah persilakan kalian bepergian dengannya, kemanapun dan kapanpun!" panjang lebar Anggara mempertahankan ketergantungan Agnia sepertinya. Keberadaan Purnomo sejatinya memang u

