Kita menikah

1157 Kata

“Di mana Tari?” Pandu yang baru saja membuka gerbang, mengerutkan kening saat mendengar pertanyaan dari Rizky, “Tari? Memangnya aku mengenalnya?” tanya Pandu balik. “Persetan!” Rizky tak peduli dan tak mau tahu, segera memukuli Pandu meski dengan susah payah karena Pandu juga menahan pukulan darinya. Beberapa kali tak dikenai, tapi ada juga yang mengenai wajah itu, Rizky yakin Pandu menyembunyikan Tari darinya. Pandu yang lelah menangkis, menahan, dan bahkan merelakan wajahnya yang terkena bogem dari Rizky, merasa sudah cukup untuk bersabar. Memukul sekuat tenaga Rizky, membuat temannya itu terjerembab ke tanah. Napas Pandu terengah, dia diam menatap ke Rizky, “Kau gila!” bentaknya tak kalah keras dengan semua teriakan Rizky tadi. “Aku sudah katakan tidak tahu! Jangankan Tari, di mana L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN