Kejutan di pesta Lili

1843 Kata

Pandu baru saja sampai Bali. Mama dan papanya ternyata sudah merencanakan semua dengan sangat matang, buktinya dia sekarang berada satu kamar dengan Tari, Pandu tidak protes, hanya merebahkan diri di ranjang berukuran king size, mungkin mama dan papanya memang kebelet ingin cucu. Tari yang masih saja bingung, bersedekap d**a di depan Pandu, menatap pria aneh itu dengan pandangan heran, “Kita tidur di sini? Berdua? Aku dan kamu?” tak percaya dengan rencana orang tua Pandu. Pandu terkekeh, menelungkupkan tubuhnya sambil menyangga dagu, “Kau takut kuperkosa? Yang benar saja?” Pandu tertawa, menatap tubuh Tari dari atas ke bawah, mengembalikannya menatap lagi dari bawah ke atas, “Aaaah! Bahkan aku tidak pernah membayangkannya.” Terlentang kembali, lebih baik dia memainkan ponselnya sekarang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN