Pangku telanjang

1601 Kata

Baru saja Pandu mendekat, akan menutupi Tari dengan selimut, dia tak tahan melihat pada dan selangka berselimut segi tiga yang sangat mengganggu, Tari sudah bangun, muntah tepat di tubuhnya, “Aaaahhh! Ini yang paling aku benci.” Tari yang terus muntah, Pandu membiarkannya hingga puas, setelah Tari melemas kembali ke ranjang, barulah Pandu melepas pakaiannya, membuangnya ke lantai, “Merepotkan.” Mau tak mau Pandu tetap melepas juga gaun yang saat ini dikenakan Tari, “Apa yang kamu minum tadi, huh?!” Tari terkekeh, “Kamu sangat cerewet, Pandu? Apa kamu seperti ini sejak dulu, hm?! Oiya, apa Rio akan ke sini? Aku tahu kamu dan Rio pacaran, apa kalian biasa main pedang bersama?” Taru tertawa lagi, sangat lucu membayangkan Pandu dan Rio sekamar bersama. “Bukan urusanmu.” Pandu tetap melepas s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN