“Hey! Siapa kalian?!” berteriak dengan lantang, membuat beberapa orang yang ada di tokonya saat ini, membatu untuk se-per-sekian detik, “Negara kita adalah negara hukum, aku bisa memenjarakan kalian semua!” imbuhnya lagi tetap dengan intonasi teriakan yang sama. Pekerja di toko itu sudah menangis sejak awal kejadian, dia mendekat ke bunda Tari, beringsut di belakang punggung bunda Tari. Berbeda dengan empat orang yang berpakaian serba hitam, malah tertawa seolah tak peduli dengan teriakan yang dirasa seperti angin lalu. Siapa yang paling dominan kembali menoleh ke teman-temannya, “Ayo selesaikan!” ke empatnya kembali meng-obrak-abrik toko kue bunda Tari. Tak hanya membuang kue ke lantai dan menginjaknya, bahkan juga memecahi beberapa etalase yang terbuat dari kaca. “Hentikan, hey! Hey!”

