Mendapatkan pukulan di wajahnya, terasa panas dan serasa robek di surut bibir. Pandu tidak membalas semua pukulan itu, hingga beberapa orang yang sedari tadi di luar menyaksikan hancurnya toko kue bunda Tari, masuk dan membantu melerai penyerangan ini. Napas Rizky naik turun, ke dua tangannya dipegangi oleh beberapa orang hingga dirinya jadi begitu jauh dari Pandu. Amarah itu masih penuh, Rizky tak tahu harus bagaimana agar tak meledak di tempat umum begini. Sedangkan Tari membantu Pandu berdiri, membantu mengusap punggung dan membuang pecahan kaca yang terlalu menempel di tubuh Pandu, tetap di sisi Pandu, tak menjauh sedikit pun. Rizky terkekeh melihat pemandangan itu, mengeleng, “Kalian sangat hebat.” Mengibaskan semua tangan yang memeganginya hingga dirinya terbebas. Dia pun melangka

