Tari terkejut, “Pandu? Kamu di sini?” tanya Tari melihat bundanya bersama Pandu. Pandu terkekeh, “Kamu tidak akan percaya.” Segera berlutut di depan Tari, mempersembahkan kotak kecil untuk Tari, “Menikahlah denganku.” pintanya. Tari melongo, menutup mulutnya dengan ke dua tangan, lalui menoleh ke bunda dan mama Pandu. Melihat ke duanya mengangguk, Tari pun ikut mengangguk juga, “Aku mau.” Dia pun menangis haru, menyerahkan tangan kirinya agar disematkan cincin itu di jari manisnya. “Selamat ya, Sayang.” Mama Pandu memeluk Tari. Disusul oleh bunda Tari setelahnya, “Selamat, Sayang.” Dipeluknya erat putri tercintanya itu. Pandu yang sudah berdiri, “Terima kasih.” Membuka tangan, dia akan memeluk Tari. “Eits!” teriak bunda dan mama Pandu bersamaan, “Kita makan dulu, menikah, baru kalian

