Dikunci

1005 Kata

“Pagi, Ma.” sapa Pandu dan segera duduk di kursi biasanya. Dia mengambil alpukat, memberi tambahan garam dan bubuk cabai, mencampur juga dengan daging ayam cincang yang hanya di stim saja. “Mama lihat kamu sangat bersemangat, ada apa?” mama Pandu menoleh ke suaminya, mencebikkan bibir sambil mengangkat bahunya bersamaan. Papa Pandu hanya terkekeh, dia tahu dan bisa menebak ada hal apa yang sudah terjadi, hanya saja menjaga agar Pandu bercerita lebih dulu. “Tidak ada. Mama sudah membuka hadiah dari bunda? Isinya apa, Ma?” tanya Pandu yang ingin mengganti topik. “Kue kering, mana Tari?” mama Pandu sudah duduk, dia baru saja selesai mengambilkan makan untuk suaminya. “Selamat pagi, Ma, Pa.” Tari tersenyum saat semua mata menoleh ke arahnya, dia baru saja selesai membersihkan diri setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN