Tari baru saja mandi. Dia sedang mengeringkan rambutnya dan ponselnya berdering keras, segera meninggalkan kesibukannya karena yakin itu dari Pandu, tapi ternyata dia salah besar. Setelah menyemangati dirinya sendiri, Tari pun mengangkat telepon dari bundanya itu, “Iya, Bund?” “Apa ...kamu bisa ke luar? Bunda di depan rumah Pandu sekarang, tapi Bunda tidak ingin masuk.” Bunda Tari terus menatap ke balik gerbang meski dia tetap bersembunyi di balik gerobak bakso yang melintas dan sengaja dibeli oleh bunda Tari hanya untuk bersembunyi sejenak. “Iya, Bund. Tari ke luar.” Tak menunggu jawaban bundanya, Tari segera menyelesaikan rambutnya asal rapi saja, dan segera ke luar lewat pintu belakang. Sebisanya dia tak ingin ketahuan mamanya Pandu. Bersikap sebiasa mungkin meski beberapa pekerja ber

