Mandi bersama

1123 Kata

Rizky mengerutkan kening, “Kamu bilang apa?” tanyanya ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Tari, sekali lagi. “Aku yakin kamu mendengar ucapanku, Rizky. Ak—aku sibuk, banyak pembeli, aku ... “ tidak bisa lagi mengatakan apa pun, Tari hanya menggigit bibir bawahnya. Rizky mengangguk, mengulurkan tangan untuk mengusap kepala Tari, tapi Tari malah beringsut, “Okey.” Dia pun ke luar dari toko kue Tari, masuk ke mobil. Matanya tak pergi dari toko kue itu, amarah yang tertahan, membuat Rizky memukul setir mobil untuk melampiaskan, “Siapa yang membuatmu berani seperti itu, Tari?” gumamnya, membuang napas beberapa kali, tetap tak mampu meredakan amarah. Rizky pun memilih untuk pergi dari depan toko kue Tari. Tari berdiri di balik etalase kue, melihat mobil Rizky pergi, hingga mobil itu tak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN