Tubuh bergetar

2042 Kata

Dua wajah saling terkekeh saat bertemu di kafe depan apartemen elite, berjabat tangan, duduk bersebelahan dengan memesan makanan ringan serta kopi agar tetap segar dalam berkendara. “Kamu di sini? Pantas saja tidak ada di markas.” tanya sosok yang baru datang. “Kamu kan tahu sendiri, pekerjaan di sini lebih berat dari pada di markas, aku saja lebih dari dua puluh empat jam tidak tidur, tetap berjaga, gantian dengan anak-anak.” tertawa, siapa yang baru datang adalah sahabat lamanya. “Siapa yang kamu jaga?” “Nona Tari, tapi sejak kemarin pekerjaanku lebih mudah, tuan Pandu datang.” Sosok yang baru datang pun mengerutkan kening, “Tuan Pandu dan nona Tari di sana?” melihat temannya mengangguk, dia pun jadi panik, “Gawat, cepat telepon tuan Pandu, aku mengantar tuan Rizky tadi, katanya tuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN