Tak terasa, hari bertukar minggu, minggu bertukar bulan. Abidazar dan Hussein mulai merasa betah di tempat baru mereka. Karena sudah kenal dengan teman-teman baru mereka di sekolah dan di lingkungan sekitar, Keduanya tak lagi banyak bertanya tentang ayah dan nenek mereka. Usaha yang dirintis LiLy juga lumayan menghasilkan. Ia berencana untuk membuka warung makan satu hari penuh, dan menambah menu-menu yang akan dia sediakan. Tentu saja Lily harus memiliki karyawan tetap untuk membantunya. Tidak perlu waktu lama, Lily langsung menemukan seorang wanita, yang senasib dengan dirinya. Mbak Fi, Lily memanggilnya. Nama lengkapnya Nurul Afiyah. Dialah yang membantu Lily mengembangkan usaha. Gugatannya di pengadilan pun tidak ada kendala. Sebentar lagi akan di gelar sidang. Petugas dari pengadil

