Lepas waktu magrib, barulah Rizal dan ibunya tiba di kediaman orang tua Nessa. "Turun Zal!" titah Bu Erna begitu Rizal mematikan mesin kendaraan mereka. Rizal tak bergerak. Ia sibuk menata detak jantungnya yang tak beraturan. "Ibu duluan!" sahutnya setelah beberapa saat menenangkan dirinya sendiri. Bu Erna lagi-lagi menarik napas panjang dan menghembus dengan cepat. "Ya sudah sama-sama! Kamu yang punya istri kok apa-apa serba ibu!" Akhirnya ibu dan anak tersebut turun bersamaan dari mobil, dan melangkah sejajar menuju pintu rumah Nessa. Tiba di depan pintu, Rizal tak berbuat apa-apa. Hanya berdiri mematung. Bu Erna berulang kali berdecak kesal melihat ulah Rizal yang tiba-tiba jadi penakut. Terpaksa Bu Erna yang maju mengetuk pintu dan mengucap salam. Rupanya kedatangan mereka mema

