Setelah mematikan kompor, Nessa langsung pergi begitu saja meninggalkan panci bubur yang sudah matang. Hatinya benar-benar kesal, merasa diperlakukan seperti seorang pembantu. Gantian Rizal yang masuk membawa gelas kotor dan meletakkan di dekat wastafel. "Zal! Kamu bilangin dong sama istrimu, jangan ngomel-ngomel melulu. Pusing ibu dengarnya," ucap Bu Erna "Ibu aja yang bilangin," tolak Rizal yang sebenarnya takut-takut. "Malas! Yang punya istri kamu kok yang harus ngajarin?Memangnya ibu dapat apa? Uang sekarang juga semua istrimu yang pegang? Perhiasan ibu belum kembali. Huh!" keluh Bu Erna. "Yaaah ... mau gimana lagi, Bu!" sahut Rizal jadi bingung. "Ya makanya! Ibu sekarang malas ngerjain kerjaan rumah. Siapa yang pegang uang, dia yang kerjain!" ucap Bu Erna sambil melangkah meningg

