Lily menepis tangan Arjuna begitu mereka sudah menjauh dari ruang makan. "Juna! Apa maksudmu tadi? Kamu pasti lagi mengigau ya?" Lily menarik Arjuna cepat-cepat menuju kamar mereka. "Aku serius!" "Tapi kamu kok berani ngusir Rizal di depan ibu? Bukannya ini rumah orang tuamu ya?" "Emang!" sahut Arjuna singkat. "Lalu? Kenapa ibu diam saja tadi?" Lily semakin tak mengerti. Biasanya Bu Erna bergerak cepat saat ada yang menindas anak dan mantu kesayangannya. "Dia tidak berhak, karena bukan ibu kandungku," sahut Arjuna sambil duduk ditepi ranjang. "Hah?" Lily kaget bukan kepalang. Ia ikut duduk dengan wajah antusias di samping Arjuna, berharap ada tambahan penjelasan. "Ya, rumah ini didirikan di atas tanah ibu kandungku. Surat-suratnya pun atas nama ibu kandungku dulu karena ayah mem

