Dua tamparan berturut-turut Nessa hadiahkan di pipi Rizal. Ia menarik paksa suaminya masuk ke kamar kembali dan mengunci dari dalam. Di luar kamar, Bu Erna hanya bisa menelan saliva. Tak tahu harus berbuat apa. Memarahi Arjuna sangat tidak mungkin, walaupun ingin. Akhirnya ia kembali ke dapur saja untuk memasak. Terserah ada yang mau makan atau tidak. Ia berusaha mengalihkan kegugupan dan rasa malunya dengan mengolah makanan. Arjuna sendiri langsung kembali ke kamar bersama Lily. Kali ini Lily memilih berjalan di belakang Arjuna. "Dulu kamu sering ngusir aku. Berarti kamu serius waktu itu ya," ucap Lily dari belakang Arjuna. "Bu-kan gitu juga maksudku, Ly!" jawab Arjuna ragu-ragu. "Bilang aja, iya! Gitu aja kok repot!" balas Lily ketus sambil merapikan tempat tidur yang acak-acakan.

