Senjata Makan Tuan

1525 Kata

"Akhirnya Bu Erna datang juga," sambut Bu Yuni langsung seolah-olah dia pemilik, dan Bu Erna adalah tamunya. Bu Erna menarik bibir. Mencoba menyunggingkan senyum yang sangat canggung meskipun hatinya risih dengan tatapan mereka. Dengan perasaan dan gerakan yang serba salah ia membuka kunci pintu rumahnya. "Silahkan masuk Pak, Bu," ucap Bu Erna sembari membungkukkan badan sedikit, sebagai penghormatan pada kedua besannya. "Enggak usah Bu. Kami datang bukan untuk berbasa-basi. Dimana Rizal? Kenapa dia bisa memberikan anakku maskawin perhiasan palsu? Ini penghinaan besar Bu! Aku tidak terima penipuan ini. Anakku bukan boneka. Kenapa dinikahi dengan maskawin mainan!" tukas Pak Basuki dengan nada berang. "Sabar Pak ... Bu. Sabar! Ini hanya salah paham. Semuanya bisa kita bicarakan baik-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN