Brand Ambassador

1070 Kata

RANDITA Tawaran bos menjadi brand ambassador produk perusahaan belum aku terima. Aku meminta waktu untuk berpikir. Menerima tawaran itu, artinya aku sudah harus siap dikenal. Gambarku akan ada di mana-mana seperti dulu. Dan itu tidak menutup kemungkinan Revano akan mengetahui keberadaanku. Aku banyak hutang penjelasan padanya. Ya Tuhan, aku nggak pernah terpikirkan untuk bertemu kembali dengan Revano. Aku belum cukup berani. "Kamu melamun?" Aku menoleh. Deryl sudah berada di dekatku rupanya. Seperti biasa, aku akan menunggunya di teras gedung perkantoran. "Aku lagi nunggu kamu, bukan melamun." Deryl terkekeh. "Ya sudah, ayo pulang." Deryl menggiringku ke tempat parkir. "Aku pikir di tempat kerja baru. Nggak akan ada yang mengenaliku," kataku begitu mobil Deryl meninggalkan pelata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN