RANDITA Apa yang harus aku lakukan? kupandangi foto hitam putih penampakan dalam rahimku. Ada benih yang tumbuh di sana. Buah cintaku dengan Revano. Ya Tuhan, kepalaku berdenyut nyeri. Apakah aku harus mengatakan ini ke Revano? Aku bingung. Aku nggak mungkin menanggung ini sendirian. Tapi aku juga nggak mungkin memberi tahu Revano di saat dia tengah sibuk menghadapi ujian. Aku mengusap wajah gusar. Kenapa aku bisa seceroboh ini? Aku mencoba mengingat apakah Revano pernah melakukan itu tanpa pengaman? Kepalaku menggeleng, rasanya tidak. Aku selalu mengingatkan Revano untuk memakainya. Jadi ini apa? Apa ini yang mereka sebut kebobolan? Aku merasa duniaku akan berubah dalam sekejap setelah ini. Di dunia ini, aku nggak punya siapa pun lagi. Jika aku harus menanggung beban ini sendirian,

