RANDITA "Bau apa ini?" Aku membaui sesuatu yang membuat kepalaku pusing. Kucari dari mana sumbernya. Cepat-cepat aku keluar kamar. Tapi baunya malah semakin menyengat. Ternyata ini bau yang berasal dari dapur. Kulihat Revano sedang menggoreng telor. Iya, ini bau telor digoreng. Tapi kenapa baunya serasa menyengat sekali dan bikin perutku mual. Bahkan aku sampai ingin muntah karenanya. "Saatnya sarapan, Sayang." "Jangan mendekat!" teriakku membuat langkah Revano terhenti. Kedua tangannya masing-masing memegang piring. "Jauhkan telor-telor itu, Van." Aku menutup hidung dengan telapak tangan. Revano menatapku heran. Dia meletakkan piringnya ke meja makan. "Kamu kenapa? Lebih baik kita sarapan dulu." Revano melepas apron dari tubuhnya. "Lebih baik kamu mandi dulu. Aku nggak mau dekat

