Jono dan Noni

1120 Kata

SITA Aku sedang membereskan undangan yang sudah jadi di atas meja. Sebagian sudah diambil oleh Faraz dan akan didistribusikan sama dia ke para calon tamu undangan pernikahanku. Deryl yang baru saja mandi keluar dari kamar. Dia berjalan mendekat seraya mengusap rambut hitamnya yang basah. "Semua sudah siap, Beb?" tanya dia duduk di sebelahku. "Sudah, sebelah ini punya kamu. Dan ini punyaku." Aku tersenyum menatapnya. Deryl mengangguk seraya mengambil satu undangan gloosy yang cantik itu. Membuka pitanya, dia lalu melihat isi di dalamnya. "Foto kita di sini candid banget ya, Beb. Natural kayak nggak dibuat-buat. Tawa kamu juga lebar banget." Dia menutup buku undangan itu lalu menatapku. "Aku ingin selalu bisa menjadi alasan kamu tertawa, Beb." Kalau hatiku ini terbuat dari es,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN