The first night

1080 Kata

DERYL Sita mengangkat selimutnya tinggi-tinggi ketika gue baru keluar dari kamar mandi. Dia langsung berbalik memunggungi gue. Dengan kening berkerut, gue mendekat. Lantas rebah di sisinya. Menatap langit-langit kamar yang tinggi seraya tersenyum. Sekarang mah sudah nggak perlu mengendap-endap lagi untuk bisa sampai ke kamar ini. Gue udah punya paspornya yang langsung Om Surya kasih. Gue melirik Sita yang masih betah munggungin gue. Dia yakin berniat melewatkan malam pertama? Ehem! Maksudnya malam pertama sesudah nikah. "Sayang, udah tidur belum?" tanya gue tanpa melepas pandangan dari langit-langit kamar. Nggak ada jawaban. Gue menoleh dan bergerak merapatkan diri. Tangan gue menyusup memeluk perutnya. "Ini malam pertama kita loh, Beb. Kamu siap, 'kan?" Gue tahu dia belum benar-be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN