Resepsi Yang Melelahkan

1171 Kata

DERYL Gue terus memasang senyum saat untuk kesekian kalinya berdiri dan berfoto lagi. Begitu saja seterusnya sampai kaki gue rasanya mau patah. Tamu terus membrudul. Pulang satu, datang seribu. Gila, sih, sebenarnya berapa banyak tamu yang mertua gue undang? Kenapa rasanya nggak habis-habis? Gue melihat Vero dan Asti sedang ikut mengantri. Astaga, mau memberi ucapan selamat dan setor muka aja sampe ngantri gitu panjang. Mereka melambai ke arah gue, saat mata gue bertemu dengan mata mereka. "Itu Asti sama Vero kan? Mereka itu pasangan ya?" tanya Sita. Gue mengernyit. Kami memang sering bersama, tapi kenapa pikiran mereka itu bisa saja terlibat cinta lokasi sama sekali nggak ada, ya? Omongan Sita jelas mungkin saja benar. "Nggak tahu, sih, Beb. Mereka memang akrab. Tapi kalau untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN