DERYL Gue tersenyum tipis. Ya, Faraz nggak sebodoh itu. Dia pasti tahu masa lalu gue dengan Anggi. Entah itu dia dengar dari mulut Anggi sendiri atau kakaknya. Yang jelas kepekaan dia itu lumayan tajam. "Jadi, lo yakin jalan sama mantan gue?" tanya gue. Lelaki dengan jambang tipis di sekitar rahangnya itu tersenyum kecil. Dia memutar kaleng kopi di genggamannya. "Hanya sekedar jalan nggak apa-apa kan? Gue cuma ngikutin kemauan dia aja." Alis gue tertaut. "Maksudnya?" "Sejak pertama ketemu dia di rumah sakit, gue udah menduga sih dia ada apa-apanya sama lo, Bang." Faraz meneguk minumannya kembali. "Awalnya gue deketin dia, supaya dia nggak ganggu lo dan Kak Sita. Nggak ada niat jalan kayak sekarang." "Lalu?" "Ya, kalau sekarang tinggal jalani aja," jawabnya cengengesan. "Gue s

