“Wah sepertinya reuni kalian menyenangkan. Kenapa tidak mengajakku?” sarkas Lorenza menyambut sang ayah dan kakaknya yang kembali mendorong kursi roda pria tua itu. “Kamu kapan sampai di rumah? Bukankah katamu masih ada acara sampai dua minggu kedepan?” tanya Nathanial tanpa menjawab. “Tentu saja aku meninggalkannya. Mana bisa aku tenang setelah Kak Ajax bilang Daddy main kucing-kucingan dari kami,” sahut Lorenza dengan menggerutu dan sesekali melirik sinis Zavier. “Kakakmu pulang, tidak mau menyapanya?” pancing Nathanial. Lorenza menyunggingkan senyum yang tidak sampai ke matanya, “Hai, Kak! Maaf, waktu itu aku pulang tanpa berpamitan pada Kak Vier, Kak Ajax memintaku buru-buru pulang karena Daddy sedang marah,” ujarnya seraya tertawa kecil. Nathanial memperhatikan interaksi kedua an

