Sari kembali menangis tersedu-sedu setelah membaca puisi kedua dari Jun. Tak hanya sekali, namun berkali-kali Sari membaca dan mencoba memahami untaian kata-kata indah yang torehkan Jun di buku itu. Tulisan tangan Jun yang sama seperti surat sebelumnya, ditulis dengan tangan bergetar. Akhirnya Sari dapat memahami bagaimana perasaan Jun sampai beberapa saat sebelum kepergiannya. Perasaan sedih, pasrah dan tak berdaya yang dia rasakan. Bahkan alasan Jun sampai bersikeras ingin mengakhiri hubungan mereka berdua. Terima kasih telah mencintai aku sampai sedalam itu, Jun. Terima kasih atas segala hal indah yang kita lalui bersama. Kemudian Sari mengambil sebuah pena dan menuliskan sebuah puisi balasan untuk Jun di halaman selanjutnya buku itu. Sebuah kata-kata perpisahan yang Sari harapkan da

