Grell hanya bisa terpaku kala mendengar ucapan Danieru. Ia menggaruk kepalanya, lalu mengembuskan napas pelan. Tak ia sangka pria itu akan berucap demikian, tak ia duga juga jika Danieru yang merasa tidak yakin tetap maju dan mencoba untuk memenuhi janjinya kepada Rachel. “Aku bahkan sudah menghabiskan sepanjang malam untuk bercinta dengannya, tapi ... hanya ada nafsuku, bukan cinta.” “Jika kau memang tidak yakin, kau bisa membatalkannya.” Danieru tertunduk. “Itu juga tidak mungkin. Bagaimana jika dia akan mengandung anakku? Bagaimana jika terjadi hal buruk? Aku ... aku tak ingin menyakiti siapa pun.” Mendengar jawaban Danieru, jelas saja membuat Grell geram sendiri. Pria itu langsung saja berdiri, ia berkacak pinggang, lalu menunjuk ke arah Danieru. “Kenapa kau sangat suka membuat s

