‘Kau tidak sendiri, ada aku yang akan selalu bersamamu. Jangan khawatir, aku akan selalu ada. Ya ... selamanya aku akan tetap ada untukmu dan hidupmu.’ Naoto yang mendengar ucapan Camilla hanya bisa diam, ia masih memikirkan kata ‘kita’ yang wanita itu sisipkan pada kalimatnya. Sungguh … apa dia juga akan ikut pergi bersama wanita itu? Tapi … kenapa wanita itu ingin dirinya juga turut serta dalam kepulangannya ke Paris. “Aku tidak akan kembali ke tempat ini lagi. Ya … mungkin tidak akan,” ujar Camilla lagi. Naoto yang mendengarnya menghela napas. Ia kemudian menatap Camilla, memerhatikan wajah wanita itu dengan saksama. “Kenapa, Nyonya? Apa yang akan Anda lakukan di sana?” Camilla tersenyum, ia langsung saja mengangkat tangannya, dan membelai pipi Naoto. “Mungkin balas dendam untuk ke

