Dramsos 05 - Author Pov

818 Kata
Waktu menunjukan pukul tiga sore hari, beberapa murid sudah pulang sejak sepulu menit yang lalu, sisanya hanya beberapa orang termaksud Rifan dan anggota Osis yang lain dengan alasan; mengatur acara serinci, mengecek beberapa keperluan dan perlengkapan mos, dan yang lain nya. Disaat anak-anak osis sudah pulang, Rifan, Reandre, Laila, Michelle mereka baru keluar dari ruang kelas karena harus piket terlebih dahulu, jangan bertanya dimana gadis itu, karena ia masih berada dikelas karena tadi membereskan tas nya terlebih dahulu. Gadis itu keluar dari kelas dengan langkah cepat, rasanya ia hanya ingin pulang kerumah dan tidur diatas tempat tidurnya seraya memeluk boneka pemberian kakak nya, sungguh ia hari ini merasa lelah karena banyak nya orangtua dari murid baru yang datang dan memenuhi ruang TU dan bagian pendaftaran. Ia mencari jaket abu-abu pemberian kakak nya di dalam tas namun tidak menemukan nya, berhenti tepat di gerbang utama sekolah nya, lalu ia mencari jaket nya namun tidak menemukan benda itu didalam tas nya. “Hai!” sapa orang itu saat berada di hadapan Yusna yang masih berkutat dengan tas nya. “Rif, udah deh.. jangan ganggu dulu, ini gue lagi cari jaket gue. Ya Allah.. dimana sih jaket nya.” Gadis itu masih mencari-cari jaket di dalam tas nya, dari tas bagian depan, belakang, lalu dibagian untuk menyimpan laptop, namun tetap tidak menemukan jaket yang dicari, membuat laki-laki di depan nya kesal bukan main karena merasa diabaikan. “Em.. lo cari apa?” tanya laki-laki itu pelan. “Rifan! Udah dong, jangan ganggu dulu! Kan gue udah bilang tadi, kalau gue cari jaket!” bentak gadis itu tanpa sengaja sampai membuat laki-laki di hadapan nya sedikit terkejut. “UNA! INI JAKET LO KENAPA ADA DI TAS GUE SIH?!” Teriak Rifan dari sebrang jalan, Rifan sedang meminggirkan motornya saat meneriaki gadis itu. “Rif? Kok lo disa-,” gadis itu terdiam saat mendongakan wajah nya, menatap lawan bicaranya sejak tadi. “-na.” Gadis itu menatap lama wajah laki-laki yang ada di hadapan nya, sampai tidak menyadari kehadiran Rifan yang sudah turun dari motor dan berada tepat di sebelahnya seraya merangkul bahu nya erat. “Waduh.. masih disini bro?” Tanya Rifan heran, karena melihat laki-laki yang ada di hadapan nya ini masih setia menatap Yusna yang ada di dalam rangkulan nya. “Enggak bro, tadi gue habis dari rumah temen terus gue lihat dia disini sendirian, pas gue samperin malah dibentak gue.” Jawab laki-laki itu dengan tawa pelan, Rifan mengagguk-anggukan keplanya dengan memasang wajah tidak perduli, “omong-omong.. lo berdua pacaran?” “ENGGAK!” Jawab Yusna spontan saat mendengar pertanyaan dari laki-laki di hadapan nya. “Loh.. kok kamu begitu sih? Masih marah karena yang tadi? kan aku udah minta maaf.. kok kamu masih aja marah?” Tanya Rifan dengan wajah memelas, ia melepas rangkulan nya lalu memasangkan jaket yang ada di tangan nya pada Yusna. “Jaket kamu.. kamu suka lupa deh kalau nitipin di tas aku, lainkali jangan lupa lagi ya?” Yusna menengok kearah Rifan dengan mengangguk, tetapi pandangan nya memancarkan kebingungan lalu menatap laki-laki yang ada di hadapan nya, Rifan kembali merangkul gadis itu agar membuatnya lebih dekat dengan gadis itu. “Gue pacar nya. Makasih bro, udah nemenin cewek gue selama ngambil motor tadi.” “O-oh, ya sama-sama.” Yusna  menggelengkan kepala, menatap jengah kedua orang yang ada di hadapan nya lalu melenggang pergi meninggalkan kedua laki-laki itu menuju tempat yang sering dilewati mobil angkot. Rifan menyunggingkan senyum miring nya saat menatap laki-laki yang ada di hadapan nya menatap punggung gadis yang berada di samping nya tadi dengan pandangan yang tidak bisa di gambarkan. Melipat kedua tangan nya didada lalu berdeham pelan guna mengambil alih perhatian orang yang ada di hadapan nya saat ini. “Lo.. lo suka sama dia?” Orang itu tertawa pelan seraya menggelengkan kepala pelan, “Enggak lah bro, ya kali gue suka sama pacar orang..” kepalanya menengok kearah belakang, memperhatikan gadis itu berhenti seperti menunggu seseorang. “Memang nya lo beneran pacarnya dia?” “Lo lihat nya gimana tadi? lo bisa jawab sendiri kan tanpa gue jawab?” “Ya gue lihat sih kayak nya lo berdua emang pacaran.” “Ya udah, itu lo udah tau jawaban nya.” Orang itu tertawa pelan, “ya udah.. kalau begitu gue cabut dulu bro.” Pamit orang itu menuju motornya lalu pergi meninggalkan Rifan ditempat nya dengan senyum kemenangan diwajah nya. Rifan melirik Yusna yang masih menunggu angkutan dengan wajah sebal, “WOI! BARENG NGGAK? GUE ANTERIN PULANG AYO!” teriak Rifan dari tempat nya berdiri membuat Yusna menengok kearah nya lalu menggeleng cepat, mengibas-ngibaskan tangan kearah nya menyuruh ia segera pergi dari hadapan nya. “YA UDAH, GUE BALIK! LO KALAU ANGKOTNYA GAK LEWAT-LEWAT TELEPON ABANG LO YA!” “IYA! BERISIK LO AH! SANA PULANG!” Rifan tertawa pelan, tangan nya melambai kearah Yusna yang menatap nya malas. “Oke, sampai jumpa besok yu!”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN