Krieeet. Suara pintu yang di dorong ke dalam, mengusik tidur seorang gadis yang masih menyamankan diri dalam gulungan selimut, dan kasur empuk. Dion tersenyum melihat wajah adiknya itu saat tidur. Rasanya ia baru kemarin melihat anak itu berusia sepuluh tahun, namun sekarang ia bertemu dengan adiknya yang beranjak dewasa. Mengusap wajah itu pelan, ia bisa merasakan kulit halus wajah adiknya itu. Menepuk lengan Yusna pelan, Dion berusaha membangunkan adiknya dengan cara lembut agar, Yusna tidak marah-marah karena jam tidurnya di ganggu. Sebetulnya ia juga tidak ingin membangun kan nya, namun ia harus, karena takut adiknya akan mencari-cari nya. “Deek.., sayaaang?” “Hmm.. kenapa?” Yusna bangun dari tidurnya lalu menatap Dion dengan kedua mata yang masih terpejam. Tersenyum lembut, Dion

