Leo menatap arloji yang melingkar di tangan nya. Jika sudah bersama Clara, ia pasti selalu lupa waktu seperti saat ini. Ia juga merasa seperti di perhatikan oleh dua orang dewasa yang saat ini tengah berbincang-bincang di meja yang ‘tak jauh dari tempat mereka berada. “Ra, udah jam segini nih.. kamu gak mau pulang? Bukan nya aku gak suka lama-lama sama kamu, cuma aku gak enak nanti sama tante Jela.” Ujar Leo dengan sebelah tangan yang mengusap punggung leher. Melihat ke jam tangan, Clara menepuk dahinya pelan. “Yaampun! Udah jam setengah sepuluh aja ya. kebiasaan deh kita kalau udah ketemu suka lupa waktu.” Heboh Clara yang buru-buru memasukkan ponsel, lalu mengeluarkan dompet dari dalam tas. “Eh kamu ngapain keluariin dompet? Gak usah, biar aku yang bayar.” “Tapi..” “Ssst! Gak ada

