Yusna menengok ke kanan-kiri, menghela napas panjang. Ia melirik arloji yang terpasang di tangan kanan nya. Sejak tadi ia tidak henti-hentinya menghubuungi Rey dan Ardian yang entah sedang berada di mana saat ini. Ia lelah, tetapi mobil yang di kendarai oleh Leo tidak ada di parkiran sejak tadi. Menghela napas panjang, ia memutuskan untuk duduk di salah satu bangku menunggu Rey atau lebih baik lagi kakak nya datang menjemputnya setelah melihat panggilan ‘tak terjawab yang berasal dari nomor ponselnya. “Ini manusia pada kemana ya, Rey juga kemana gak bisa di hubungin gak bisa juga. Sebetulnya gak enak sih, tapi ya bodoamat dah yang penting gue cepet sampai rumah.” Ia menghubungi nomor Rey lagi, mencoba menghubungi laki-laki itu siapa tau panggilan nya akan di jawab oleh teman nya itu. me

