Masuk kedalam rumah, Yusna benar-benar dibuat kedinginan saat di luar tadi karena ia hanya mengenakan kemeja besar milik Ardi dan celana olahraga miliknya. Baru ia menutup pintu, ia sudah di kejutkan dengan keberadaan Dion yang tiba-tiba berada di sebelahnya dengan tubuh yang menyadar pada daun pintu yang memang di tutup sebelah. Kedua tangan laki-laki itu terlipat di depan d**a sesekali Dion memperhatikan dirinya yang masih betah berlama-lama menutup pintu. “Ciyee dipeluk, dulu kalau gue peluk pasti langsung di tabok. Mau kali di peluk juga, yakali yang dipeluk pacar doang.” Ujar Dion dengan wajah kesalnya. “Pengen banget di peluk sama orang cantik apa.” melirik ke arah Dion, ia menghela napas panjang. “Lo kan kakak gue, peluk mah tinggal peluk dalam artian sayang kakak-adik.” Ujar Yusn

