Jenazah Suamiku Bab 75 : Nostagia Hari sudah malam dan sudah pukul sembilan. Sudah waktunya untuk asisten Dokter Zulfan itu untuk pulang. Namun, wanita itu masih asyik berkhayal di balik meja kerjanya dengan tangan sambil menopang dagu. Dokter gigi itu pun melongok ke dalam ruangan kerja Shella dan melihat asistennya itu sedang duduk termenung. Matanya memandang lurus ke depan tapi pikirannya mengawang-awang. Dokter gigi itu berperawakan tinggi dan kekar, hidung mancung, bibir tipis kemerahan, dan rambut sedikit ikal. Dengan sikapnya yang pendiam, dingin dan sedikit cuek, membuat dirinya terlihat cool di mata Shella. Bagi Shella, dokter Zulfan adalah tipe pria idamannya. Tampan, mapan dan berstatus duda. Jadi, Shella merasa bahwa dirinya tidak salah menaruh rasa pada pria yang menjad

