Siska duduk tegak di seberang tamu tak diundang itu, kedua tangannya erat tergenggam di pangkuannya. "Siapa Anda?" tanyanya, suara datar namun mengandung waspada. "Panggil saja Nana," jawab wanita tua itu dengan senyum lembut yang tak sepenuhnya menghapus kerutan kelelahan di sudut matanya. "Saya yang merawat Leonard Halim sejak kecil. Suami dari putri Anda." "Leonard Halim ...." Siska mengulang nama itu, matanya menyipit. "Suami Moza?" "Benar. Tapi status itu sudah berakhir. Leonard menceraikannya setelah kecelakaan itu, lalu menikahi Afsheena." Siska mendadak tertawa, suaranya pendek dan getir. "Kecelakaan yang ternyata dia sendiri yang mengatur." Nana tak terpancing. Tangannya yang berusia meratai lipatan kain di pangkuannya. "Tidak sesederhana itu, Nyonya. Ada penjelasan di balikn

