35. Ancaman

1334 Kata

Suasana pesta kian memuncak, diiringi alunan musik klasik yang mengalun lembut dari panggung. Sheena duduk di samping Leonard, mencoba menyimak percakapan bisnis yang diobrolkan suaminya dengan para kolega. Namun, kata-kata tentang merger, akuisisi, dan kontrak mulai berbaur menjadi gumaman tak berarti di telinganya. Rasa jenuh perlahan menggerogoti kesabarannya. Dengan gerakan halus, Sheena mendekat ke arah Leonard, bahunya menyentuh lengan pria itu. Leonard yang menyadari itu segera menunduk, mendekatkan telinganya pada Sheena. "Aku harus ke toilet," bisik Sheena, suaranya nyaris tenggelam dalam riuh rendah pesta. Leonard mengangguk singkat. "Kau tahu di mana letaknya?" "Aku akan tanya pelayan." Sheena segera bangkit, gaun hitamnya berdesir lembut. Leonard mengikutinya dengan pandan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN