Sheena membuka matanya perlahan usai terlelap dalam tidur singkat setelah permainan panas mereka beberapa menit lalu. Tanpa dia duga, Leonard pun sedang memandanginya, bahkan pria itu sempat terkejut. "Dengar—" ucap Sheena, tangannya dengan refleks menahan bahu Leonard yang hendak menjauh. "Jangan pergi," bisiknya dengan suara serak. Leonard menghela napas berat. Sheena bisa merasakan otot bahunya yang tegang di bawah telapak tangannya. "Aku sudah dapat gaunnya," ujarnya, mencoba memulai percakapan. "Bagus." "Kau sungguh-sungguh mau mengajakku ke pesta itu?" tanyanya lagi, mencoba menahan perhatian pria itu. "Iya." "Oh," Sheena menghela napas. "Jadi kau benar-benar ingin pernikahan kita diketahui orang. Kukira—" "Mengapa kau sangat cerewet sekali?" tanya Leonard yang bergerak turun

