37-Sebuah Alasan

1533 Kata

Satu hal yang membuat Verza marah dengan papanya adalah saat pria itu bertindak semaunya. Seperti sekarang ini, Verza baru saja sampai di Lombok karena perintah papanya. Sebenarnya dia hanya ingin menugaskan Varlo saja, tapi tentu papanya tidak membiarkan itu semua. “Sialan!” Verza terus menggerutu kala ingat dengan perintah papanya. Pria berjas hitam dengan kaca mata hitam itu menoleh. Dari balik kaca mata dia mampu melihat kemarahan dari wajah bosnya itu. “Ada sesuatu? Lo mau balik dulu?” tanya Varlo tidak lagi formal sebelumnya atas permintaan Verza. Verza menghela napas panjang lalu menoleh. “Gue yakin kalau bos besar merintah gue ke sini lagi.” Varlo manggut-manggut, hafal dengan tabiat bos besarnya. “Tapi kalau ada sesuatu yang lebih penting, pasti bos besar ngerti.” “Nggak akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN