Dua orang itu masuk ke sebuah ruang perawatan bersamaan. Saat melihat ke ranjang, rasa panik langsung menghampiri dua orang itu. “Papa!!” teriak Rensha sambil berlari mendekat. Di belakangnya Verza mengikuti. Dia memencet tombol merah memanggil dokter. Tatapannya tertuju ke sang papa yang menyentuh jantung, tampak kesakitan. “Pa.. bertahan ya, Pa,” bisik Rensha dengan air mata turun membasahi pipi. Melihat Firan kesakitan karena serangan jantung membuat Rensha ingat dengan papanya. Rasa sedih dan sakitnya pun sama. “Permisi. Sialahkan keluar sebentar pasien akan segera diperiksa,” kata suser bertubuh kurus itu. Verza menarik Rensha menjauh. Mereka keluar ruangan dan berdiri berseberangan di lorong rumah sakit. Rensha berusaha menahan tangisannya sedangkan Verza diam tertunduk. “Ngga

