Pukul sebelas malam, dua wanita itu berjalan sambil memperhatikan sekitar. Wanita yang bertubuh kurus mendekap map di depan d**a sambil matanya bergerak ke kanan dan kiri. Saat merasa suasana telah sepi, mereka segera masuk ke ruang VVIP. Pandangan keduanya tertuju ke pasien yang terlelap di atas ranjang. Dua wanita itu lalu berpandangan dengan senyum jahat yang terlukis di bibir keduanya. “Inget sama tugasmu,” ucap Lasmi. “Siap, Tan.” Lasmi mulai melancarkan aksinya, melangkah menuju ranjang dan menepuk d**a pria di depannya itu. “Heh bangun!” Tirta geleng-geleng melihat Lasmi yang membangunkan suaminya dengan kasar itu. Tirta lalu berdiri di belakang pintu, berjaga-jaga agar tidak ada orang lain yang masuk. Tepukan di d**a itu membuat Firan seketika terjaga. Dia menoleh dan menemuk

