Wanita bergaun tidur merah memasuki ruangan yang selalu tertutup rapat. Dia memasukkan kunci dan mendorong pintu itu pelan tidak lupa dia mengunci pintu dari dalam. Kaki jenjangnya melangkah menuju meja besar yang penuh dengan tumpukan berkas. Dia lantas duduk di kursi yang terasa empuk itu, memutarnya ke kanan dan ke kiri seolah menikmati. “Lasmi-Lasmi. Bodoh banget lo,” gumamnya mengejek. Tirta mengambil tumpukan berkas di depannya dan mulai mencari berkas yang dia inginkan. Tadi siang saat Lasmi pergi ke salon, Tirta tanpa izin masuk ke kamar Lasmi untuk mencari uang. Namun yang dia dapat adalah kunci. Dia sudah mencoba kunci itu di beberapa pintu dan ternyata itu adalah kunci ruang kerja Firan. “Lo emang nggak becus kalau urusan beginian. Kepintaran lo cuma ke salon sama belanja,” e

