43-Jebakan

1343 Kata

Pria bertindik itu masuk ke sebuah ruangan, senyumnya terbit melihat seseorang menyambutnya. Dia melangkah lantas duduk di kursi sebelah ranjang. “Gimana, Om? Ada sesuatu?” Firan tersenyum, dia mengganguk lalu menyerahkan sebuah recorder ke Gilbert. “Semua terekam di sini.” Gilbert mengambil benda hitam itu lalu menyimpannya di saku dalam jaket. Tatapannya lalu tertuju ke wajah di depannya itu. “Om terlihat semakin sehat.” “Yah. Dan aku mati bosan di ruangan ini.” “Ya udah, Om besok minta pulang. Sekarang udah ketahuan, kan?” Firan menepuk lengan Gilbert beberapa kali. “Makasih kamu udah bantuin, Om.” Pria bertindik itu menegakkan tubuh. Sebelumnya dia tidak kenal dengan Papa Verza, hingga kejadian beberapa hari yang lalu membuat mereka berkenalan dan merencanakan sesuatu. Dua hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN