45-Eksekusi

1680 Kata

“Permisi, Tuan. Di depan ada tamu.” Tiga orang yang sibuk menyantap sarapannya itu seketika mengangkat wajah, saling menatap pembantu rumah tangga itu. Verza yang hampir menyelesaikan sarapannya seketika berdiri. “Biar aku lihat,” ucapnya sambil melangkah. Belum sampai pintu ruang makan, pria berkaus pendek biru berdiri. Verza mengernyit bingung kenapa pria itu ada di depannya. “Ngapain lo ke sini?” tanyanya to the point. “Gue mau ketemu Om Firan.” Gilbert tersenyum ke Firan dan Rensha yang menatapnya. Dia lantas menatap Verza meminta izin. “Boleh, kan?” Verza menoleh ke papanya. Dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Gilbert dan papanya. Verza lalu menatap Gilbert menyelidik. “Ada apa lo nemuin papa gue?” “Dia mau buka bisnis properti, Ver,” sela Firan. Rensha yang tidak tahu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN