Hari Sabtu saatnya Rensha berperan menjadi menantu yang baik. Dia membawakan bubur ayam kesukaan mertuanya. Setelah sampai di dapur, dia langsung menyiapkan bubur ayam itu. “Verza mana, Ren?” Rensha mengangkat wajah, memperhatikan pria yang sedikit mengurus tapi tetap terlihat gagah itu. Dia lantas mendekat menyalami papa mertuanya. “Lagi di depan, Pa. Benerin mobil.” “Mobil kalian emang kenapa?” tanya Firan penasaran. Bahu Rensha terangkat. “Mungkin jarang di-service.” Firan geleng-geleng. “Mobil bagus kok nggak dirawat,” komentarnya. Dia mendekat saat hidungnya mencium bubur kesukaannya. “Bubur ayam, Ren?” Rensha mengangguk, “Ya. Kesukaan, Papa.” Dia menarik kursi dan membantu papanya duduk. Tindakan Rensha membuat Firan menggeleng tak percaya. Dua bulan berlalu tapi Rensha selal

