“Semuanya. Aku tidak ingin menyesal untuk kesekian kalinya. Tidak lagi.” jawab Angkasa. “Jangan khawatir.. Aku baik-baik saja. Aku ingin membantumu hidup dengan prinsipmu. Bukankah kau sangat mengutamakan negeri ini diatas apapun? Bukankah kau bahkan siap mati untuk rakyatmu? Mana bisa aku membiarkanmu menahan beban itu seorang diri, Aku juga ingin melakukan hal yang sama untukmu. Kalau pun bisa, aku ingin menggantikan posisimu. kau tidak perlu mati untuk mereka. rakyat membutuhkan kau hidup.” hibur Naviza. kini dia juga berdiri tegak menatap suaminya dengan haru. Angkasa juga memberikan tatapan yang sama. Matanya mulai berkaca-kaca tapi tidak sampai jatuh. Dia tersenyum haru. “Jangan menahan langkahku, Angkasa.. Kita hampir selesai. Dan setelah itu, aku pasti akan kembali.” Ucap Naviza

