Ragnoc

1582 Kata

Faritzal juga melihatnya. Langit malam yang gelap kini dihujani bola-bola api berekor. Kecil tapi ratusan. Melambung tinggi di udara, lalu turun menukik tajam. Dia tersentak. Membeku di atas kudanya. Pemandangan mengerikan yang untuk pertama kalinya membuat dia gentar dan takut. Bagaimana mungkin bisa bertahan saat dihujani api sebanyak itu? bisakah dia menepis semua panah itu sebelum mendarat di tubuhnya? Atau juga menusuk tubuh rakyatnya? Secepat apa pedangnya bisa memotong semua panah itu sebelum mereka mendarat dan mencabut nyawa rakyatnya? Membakar semua yang menempel padanya. Dan kembali menyulut api di tempat ini? “Berlinduungg!!!!”  “Angkat perisainya!!” Suara itu semakin membahana ketika setiap orang saling berteriak memperingatkan satu sama lain. sedikit menyadarkan Faritzal,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN