Di dalam tenda, Irina lebih banyak menggunakan tendangan untuk menyerang Naviza. Mereka belum menggunakan senjata dalam pertarungan ini. Naviza sengaja tidak menarik pedangnya karena Irina tidak memegang pedang. Pedangnya terlempar bersamaan saat Angkasa menjatuhkannya. Berkali-kali, Irina menyerang Naviza dengan tendangan kirinya. Dan Naviza terus menghindari dengan merunduk, mundur dan melompat meroda ke atas. Pada kesempatan selanjutnya, Naviza ganti yang menyerangnya, serangannya lebih variatif, pukulan dengan sasaran zigzag, tendangan dan bantingan keras ke tanah. Posisi mereka berdua seimbang. Saling mampu menghindari dengan gesit dan cepat membalas dengan kekuatan yang sama besarnya. “Kau ingin bermain-main denganku? Kau lupa siapa yang lebih kuat diantara kita?” seru Irina yan

