Kehilangan Bertubi-tubi

2431 Kata

Di Selatan.. Varro yang sejak awal pertempuran ditugasi menjadi pembawa informasi, berlari-lari dari perbatasan menuju tenda pos komanda pasukan Selatan. Nam melihatnya begitu tergesa meski wajahnya telah pucat dan tampak sangat lelah.             “Varro!” seru Nam yang kemudian berlari menghadang jalan Varro.             “Ada apa?” tanya Nam lagi. Perempuan itu berdiri menghentikan Varro dengan tangan telentang. Wajahnya lusuh, kotor dan pucat. Dia telah mati-matian bertahan hidup melalui semua peperangan ini. Napasnya terengah. Kering dan pendek.             “Jangan sekarang, Nam! Ada berita penting yang harus aku sampaikan!” seru Varro dengan nada agak membentak. Dia cukup panik, lebih terengah dibanding Nam. Namun terlihat gurat bahagia di wajah lelah itu.             “Apa kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN